Modul utama

Materi 04

Bab 4: Diferensiasi Numerik Lanjut

Modul pembelajaran Metode Numerik tentang diferensiasi numerik lanjut, aproksimasi pusat, turunan kedua numerik, higher order approximation, dan ekstrapolasi Richardson.

Laboratorium interaktif

Geser, klik, dan bereksperimen dulu — konsep bab ini jauh lebih mudah dipahami setelah kamu melihatnya bergerak.

simulasi · bab 04

Adu Akurasi Garis Turunan

Tiga rumus beda hingga menebak kemiringan kurva di titik yang sama. Kecilkan h dan amati: beda pusat (hijau) menempel ke garis singgung sejati jauh lebih cepat daripada beda maju dan beda mundur — itulah beda error O(h²) melawan O(h).

-0,500,511,522,533,54-0,500,511,52x = 1,2
garis singgung sejatibeda maju · O(h)beda mundur · O(h)beda pusat · O(h²)

Turunan sejati

0,662358

Beda maju

0,27157 · err 0,39078

Beda mundur

0,97828 · err 0,31592

Beda pusat

0,62492 · err 0,037433

Eksperimen Richardson mini: bagi dua nilai h. Error beda maju ikut terbagi ±2×, tetapi error beda pusat terbagi ±4× — bukti error orde O(h²).

4.1 Deskripsi Bab

Pada Bab 3, Anda telah mempelajari rumus beda maju dan beda mundur untuk menghitung turunan numerik. Kedua metode tersebut mudah digunakan, tetapi akurasinya masih terbatas karena memiliki error berorde (O(h)).

Bab ini membahas metode diferensiasi numerik yang lebih akurat. Fokus utama bab ini adalah aproksimasi pusat atau central difference, turunan kedua numerik, serta konsep higher order approximation melalui ekstrapolasi Richardson. Dengan memahami bab ini, Anda dapat melihat bahwa akurasi hasil numerik tidak hanya ditentukan oleh kecilnya nilai (h), tetapi juga oleh pemilihan metode yang tepat.


4.2 Capaian Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan kelemahan beda maju dan beda mundur.
  2. Menjelaskan prinsip kerja aproksimasi pusat.
  3. Menggunakan rumus aproksimasi pusat untuk menghitung turunan pertama.
  4. Menjelaskan mengapa aproksimasi pusat lebih akurat daripada beda maju dan beda mundur.
  5. Menggunakan rumus turunan kedua numerik.
  6. Menjelaskan konsep higher order approximation.
  7. Menggunakan ekstrapolasi Richardson untuk meningkatkan akurasi.
  8. Membandingkan akurasi beda maju, beda mundur, aproksimasi pusat, dan metode orde tinggi.

4.3 Materi Inti

4.3.1 Mengapa Membutuhkan Metode yang Lebih Akurat?

Beda maju dan beda mundur memiliki bentuk yang sederhana:

f(x)f(x+h)f(x)hf'(x) \approx \frac{f(x+h)-f(x)}{h} f(x)f(x)f(xh)hf'(x) \approx \frac{f(x)-f(x-h)}{h}

Kedua metode tersebut hanya menggunakan satu sisi dari titik (x). Beda maju menggunakan titik di depan, sedangkan beda mundur menggunakan titik di belakang. Karena hanya melihat satu sisi, error yang dihasilkan relatif lebih besar dibandingkan metode yang menggunakan informasi dari dua sisi sekaligus.

Dalam perhitungan teknik, akurasi sering menjadi faktor penting. Misalnya, ketika menghitung kecepatan dari data posisi, arus dari perubahan muatan, atau percepatan dari data sensor, error kecil dapat memengaruhi interpretasi sistem. Oleh karena itu, diperlukan metode yang lebih akurat.


4.3.2 Review Beda Maju dan Beda Mundur

MetodeRumusOrde Error
Beda maju(\frac{f(x+h)-f(x)}{h})(O(h))
Beda mundur(\frac{f(x)-f(x-h)}{h})(O(h))

Error (O(h)) berarti error berkurang secara linear terhadap nilai (h). Jika (h) diperkecil menjadi setengah, maka error biasanya juga berkurang sekitar setengah.

Namun, memperkecil (h) tidak selalu menjadi solusi terbaik. Jika (h) terlalu kecil, error pembulatan dapat meningkat karena keterbatasan floating point. Karena itu, metode dengan orde error lebih tinggi sering lebih disukai.


4.3.3 Aproksimasi Pusat

Aproksimasi pusat atau central difference menggunakan nilai fungsi di sebelah kanan dan sebelah kiri titik (x). Rumusnya adalah:

f(x)f(x+h)f(xh)2hf'(x) \approx \frac{f(x+h)-f(x-h)}{2h}

Metode ini disebut "pusat" karena titik (x) berada di tengah antara (x-h) dan (x+h).

TitikPeran
(x-h)Titik di kiri
(x)Titik pusat yang dicari turunannya
(x+h)Titik di kanan

Aproksimasi pusat biasanya lebih akurat daripada beda maju dan beda mundur karena menggunakan informasi dari dua sisi secara seimbang.


4.3.4 Mengapa Aproksimasi Pusat Lebih Akurat?

Gunakan dua ekspansi Taylor di sekitar (x):

f(x+h)=f(x)+hf(x)+h22!f(x)+h33!f(x)+f(x+h) = f(x) + h f'(x) + \frac{h^2}{2!}f''(x) + \frac{h^3}{3!}f'''(x) + \cdots f(xh)=f(x)hf(x)+h22!f(x)h33!f(x)+f(x-h) = f(x) - h f'(x) + \frac{h^2}{2!}f''(x) - \frac{h^3}{3!}f'''(x) + \cdots

Jika persamaan pertama dikurangi persamaan kedua, maka beberapa suku akan saling menghilangkan:

f(x+h)f(xh)=2hf(x)+2h33!f(x)+f(x+h)-f(x-h) = 2h f'(x) + \frac{2h^3}{3!}f'''(x) + \cdots

Bagi kedua ruas dengan (2h):

f(x+h)f(xh)2h=f(x)+h26f(x)+\frac{f(x+h)-f(x-h)}{2h} = f'(x) + \frac{h^2}{6}f'''(x) + \cdots

Suku error dominan mengandung (h^2). Karena itu, aproksimasi pusat memiliki error:

O(h2)O(h^2)

Artinya, jika (h) diperkecil menjadi setengah, error dapat berkurang sekitar empat kali.


4.3.5 Turunan Kedua Numerik

Turunan kedua digunakan untuk melihat kelengkungan fungsi. Dalam konteks fisika dan teknik, jika fungsi menyatakan posisi, maka turunan pertama menyatakan kecepatan dan turunan kedua menyatakan percepatan.

Rumus turunan kedua numerik adalah:

f(x)f(x+h)2f(x)+f(xh)h2f''(x) \approx \frac{f(x+h)-2f(x)+f(x-h)}{h^2}

Rumus ini diperoleh dari penjumlahan dua ekspansi Taylor (f(x+h)) dan (f(x-h)). Turunan kedua numerik juga memiliki error berorde:

O(h2)O(h^2)
TurunanMakna UmumContoh Fisik
(f'(x))Laju perubahanKecepatan
(f''(x))Kelengkungan atau perubahan lajuPercepatan

4.3.6 Higher Order Approximation

Higher order approximation adalah pendekatan numerik dengan orde error yang lebih tinggi. Tujuannya adalah memperoleh hasil yang lebih akurat tanpa harus membuat (h) terlalu kecil.

Prinsip utamanya adalah mengurangi atau menghilangkan suku error dominan dari metode yang sudah ada.

MetodeOrde Error
Beda maju(O(h))
Beda mundur(O(h))
Aproksimasi pusat(O(h^2))
Metode orde tinggi(O(h^4)) atau lebih tinggi

Metode dengan orde lebih tinggi biasanya memberikan error yang jauh lebih kecil untuk nilai (h) yang sama.


4.3.7 Ekstrapolasi Richardson

Ekstrapolasi Richardson adalah teknik untuk meningkatkan akurasi hasil aproksimasi numerik. Caranya adalah menggabungkan dua hasil perhitungan dengan ukuran langkah berbeda, yaitu (h) dan (h/2).

Misalkan (D(h)) adalah hasil aproksimasi pusat dengan langkah (h), dan (D(h/2)) adalah hasil aproksimasi pusat dengan langkah (h/2). Rumus Richardson adalah:

Drefined=4D(h/2)D(h)3D_{\text{refined}} = \frac{4D(h/2)-D(h)}{3}

Rumus ini dapat meningkatkan orde error dari (O(h^2)) menjadi (O(h^4)).

SimbolMakna
(D(h))Hasil aproksimasi dengan langkah (h)
(D(h/2))Hasil aproksimasi dengan langkah setengah dari (h)
(D_{\text{refined}})Hasil yang sudah diperbaiki dengan Richardson

Ekstrapolasi Richardson berguna ketika hasil aproksimasi pusat sudah cukup baik, tetapi masih perlu ditingkatkan akurasinya.


4.3.8 Rumus 4 Titik Central Difference

Selain Richardson, turunan pertama berorde tinggi juga dapat dihitung dengan rumus 4 titik central difference:

f(x)f(x+2h)+8f(x+h)8f(xh)+f(x2h)12hf'(x) \approx \frac{-f(x+2h)+8f(x+h)-8f(x-h)+f(x-2h)}{12h}

Rumus ini memiliki error berorde:

O(h4)O(h^4)

Rumus ini menggunakan empat titik di sekitar (x), yaitu (x-2h), (x-h), (x+h), dan (x+2h). Karena menggunakan lebih banyak informasi di sekitar titik pusat, hasilnya dapat menjadi jauh lebih akurat.


4.3.9 Perbandingan Akurasi Metode

MetodeRumus UtamaOrde ErrorJika (h) Diperkecil Setengah
Beda maju(\frac{f(x+h)-f(x)}{h})(O(h))Error turun sekitar 2 kali
Beda mundur(\frac{f(x)-f(x-h)}{h})(O(h))Error turun sekitar 2 kali
Aproksimasi pusat(\frac{f(x+h)-f(x-h)}{2h})(O(h^2))Error turun sekitar 4 kali
Richardson(\frac{4D(h/2)-D(h)}{3})(O(h^4))Error turun sekitar 16 kali
4 titik central difference(\frac{-f(x+2h)+8f(x+h)-8f(x-h)+f(x-2h)}{12h})(O(h^4))Error turun sekitar 16 kali

Pesan penting dari perbandingan ini adalah bahwa akurasi tidak hanya bergantung pada kecilnya (h), tetapi juga pada orde metode yang digunakan.


4.4 Fitur Interaktif

Bagian ini dapat digunakan sebagai rancangan komponen interaktif pada halaman web.

4.4.1 Simulator Diferensiasi Numerik

Input yang disediakan:

  • Fungsi (f(x))
  • Titik (x)
  • Nilai (h)
  • Metode yang dipilih:
    • Beda maju
    • Beda mundur
    • Aproksimasi pusat
    • Richardson
    • 4 titik central difference

Output yang ditampilkan:

  • Nilai turunan numerik
  • Nilai turunan eksak
  • Error absolut
  • Error relatif
  • Interpretasi akurasi metode

4.4.2 Graph Panel

Graph panel menampilkan:

  1. Kurva fungsi (f(x)).
  2. Titik (x-h), (x), dan (x+h).
  3. Garis secant untuk metode beda maju dan beda mundur.
  4. Garis aproksimasi pusat.
  5. Garis singgung eksak jika turunan analitik tersedia.

Tujuan visualisasi ini adalah membantu mahasiswa memahami bahwa turunan numerik sebenarnya menghitung kemiringan garis pendekatan.


4.4.3 Slider Nilai (h)

Mahasiswa dapat mengubah nilai (h) menggunakan slider.

Yang diamati:

Perubahan (h)Dampak Umum
(h) besarPendekatan kurang akurat
(h) lebih kecilError biasanya menurun
(h) terlalu kecilError pembulatan dapat mulai terlihat

Fitur ini penting agar mahasiswa memahami bahwa nilai (h) harus dipilih secara hati-hati.


4.4.4 Compare Mode

Compare mode menampilkan beberapa metode dalam satu layar.

Contoh tampilan:

MetodeHasil TurunanError Absolut
Beda maju7,77110,3820
Beda mundur7,03160,3575
Aproksimasi pusat7,40140,0123
4 titik central difference7,3890sangat kecil

Fitur ini membantu mahasiswa melihat bahwa metode dengan orde lebih tinggi dapat menghasilkan error jauh lebih kecil walaupun menggunakan nilai (h) yang sama.


4.5 Contoh Soal

Contoh 4.1 Aproksimasi Pusat untuk (f(x)=\cos(x))

Hitung (f'(\pi/4)) untuk:

f(x)=cos(x)f(x)=\cos(x)

Gunakan aproksimasi pusat dengan (h=0{,}1).

Penyelesaian

Rumus aproksimasi pusat:

f(x)f(x+h)f(xh)2hf'(x) \approx \frac{f(x+h)-f(x-h)}{2h}

Diketahui:

x=π40,785398x = \frac{\pi}{4} \approx 0{,}785398 h=0,1h = 0{,}1

Hitung nilai fungsi:

f(x+h)=cos(0,885398)0,633551f(x+h) = \cos(0{,}885398) \approx 0{,}633551 f(xh)=cos(0,685398)0,774303f(x-h) = \cos(0{,}685398) \approx 0{,}774303

Maka:

f(π4)0,6335510,7743032(0,1)f'\left(\frac{\pi}{4}\right) \approx \frac{0{,}633551-0{,}774303}{2(0{,}1)} f(π4)0,1407520,2f'\left(\frac{\pi}{4}\right) \approx \frac{-0{,}140752}{0{,}2} f(π4)0,70376f'\left(\frac{\pi}{4}\right) \approx -0{,}70376

Nilai eksak:

f(x)=sin(x)f'(x) = -\sin(x) f(π4)=sin(π4)0,707107f'\left(\frac{\pi}{4}\right) = -\sin\left(\frac{\pi}{4}\right) \approx -0{,}707107

Error absolut:

Ea=0,707107(0,70376)E_a = |-0{,}707107 - (-0{,}70376)| E_a \approx 0{,}00335 $$` Jadi, hasil aproksimasi pusat cukup dekat dengan nilai eksak. --- ## Contoh 4.2 Turunan Kedua Numerik untuk \(f(x)=x^3\) Hitung \(f''(1)\) untuk:

f(x)=x^3

Gunakan rumus turunan kedua numerik dengan \(h=0{,}1\). ### Penyelesaian Rumus turunan kedua numerik:

f''(x) \approx \frac{f(x+h)-2f(x)+f(x-h)}{h^2}

Diketahui: Diketahui:

x=1

h=0{,}1

Hitungnilaifungsi: Hitung nilai fungsi:

f(1{,}1)=1{,}1^3=1{,}331

f(1)=1^3=1

f(0{,}9)=0{,}9^3=0{,}729

Maka: Maka:

f''(1) \approx \frac{1{,}331 - 2(1) + 0{,}729}{0{,}1^2}

f''(1) \approx \frac{0{,}060}{0{,}01}

f''(1) \approx 6

Nilaieksak: Nilai eksak:

f'(x)=3x^2

f''(x)=6x

f''(1)=6

Jadi, hasil numerik sama dengan nilai eksak untuk kasus ini. --- ## Contoh 4.3 Ekstrapolasi Richardson Hitung \(f'(1)\) untuk:

f(x)=\ln(x)

Diketahuihasilaproksimasipusat: Diketahui hasil aproksimasi pusat:

D(0{,}2)=1{,}01366

D(0{,}1)=1{,}00336

Gunakan ekstrapolasi Richardson. ### Penyelesaian Rumus Richardson:

D_{\text{refined}} = \frac{4D(h/2)-D(h)}{3}

Dengan: Dengan:

D(h)=D(0{,}2)=1{,}01366

D(h/2)=D(0{,}1)=1{,}00336

Maka: Maka:

D_{\text{refined}} = \frac{4(1{,}00336)-1{,}01366}{3}

D_{\text{refined}} = \frac{4{,}01344-1{,}01366}{3}

D_{\text{refined}} = \frac{2{,}99978}{3}

D_{\text{refined}} \approx 0{,}99993

Nilaieksak: Nilai eksak:

f'(x)=\frac{1}{x}

f'(1)=1

ErrorabsolutsetelahRichardson: Error absolut setelah Richardson:

E_a = |1-0{,}99993| = 0{,}00007

Jadi, ekstrapolasi Richardson meningkatkan akurasi secara signifikan. --- ## 4.6 Kuis Pilihlah satu jawaban yang paling tepat. 1. Kelemahan utama beda maju dan beda mundur adalah... a. Tidak menggunakan nilai fungsi b. Hanya menggunakan satu sisi dari titik \(x\) c. Tidak dapat dihitung dengan komputer d. Selalu menghasilkan nilai eksak 2. Rumus aproksimasi pusat untuk turunan pertama adalah... a. \(\frac{f(x+h)-f(x)}{h}\) b. \(\frac{f(x)-f(x-h)}{h}\) c. \(\frac{f(x+h)-f(x-h)}{2h}\) d. \(\frac{f(x+h)+f(x-h)}{2h}\) 3. Aproksimasi pusat memiliki orde error... a. \(O(1)\) b. \(O(h)\) c. \(O(h^2)\) d. \(O(h^5)\) 4. Rumus turunan kedua numerik adalah... a. \(\frac{f(x+h)-f(x)}{h}\) b. \(\frac{f(x)-f(x-h)}{h}\) c. \(\frac{f(x+h)-f(x-h)}{2h}\) d. \(\frac{f(x+h)-2f(x)+f(x-h)}{h^2}\) 5. Tujuan utama ekstrapolasi Richardson adalah... a. Mengubah fungsi menjadi biner b. Mengurangi akurasi agar perhitungan lebih cepat c. Meningkatkan akurasi dengan menggabungkan dua hasil pendekatan d. Menghilangkan kebutuhan nilai fungsi 6. Rumus Richardson untuk meningkatkan aproksimasi pusat adalah... a. \(D_{\text{refined}} = D(h)+D(h/2)\) b. \(D_{\text{refined}} = \frac{D(h)-D(h/2)}{2}\) c. \(D_{\text{refined}} = \frac{4D(h/2)-D(h)}{3}\) d. \(D_{\text{refined}} = \frac{D(h)}{D(h/2)}\) 7. Jika sebuah metode memiliki error \(O(h^2)\), maka ketika \(h\) diperkecil menjadi setengah, error biasanya turun sekitar... a. 2 kali b. 4 kali c. 8 kali d. 16 kali 8. Rumus 4 titik central difference memiliki orde error... a. \(O(h)\) b. \(O(h^2)\) c. \(O(h^3)\) d. \(O(h^4)\) --- ## 4.7 Latihan Kerjakan latihan berikut secara sistematis. 1. Diberikan fungsi:

f(x)=e^x

Hitung \(f'(1)\) menggunakan beda maju, beda mundur, dan aproksimasi pusat dengan \(h=0{,}1\). Bandingkan hasilnya dengan nilai eksak \(e^1 \approx 2{,}71828\). 2. Buktikan secara sederhana bahwa aproksimasi pusat memiliki error berorde \(O(h^2)\) dengan menggunakan dua ekspansi Taylor \(f(x+h)\) dan \(f(x-h)\). 3. Diberikan fungsi:

f(x)=x^4

Hitung \(f''(2)\) menggunakan rumus turunan kedua numerik dengan \(h=0{,}1\). Bandingkan dengan nilai eksaknya. 4. Diketahui hasil aproksimasi pusat untuk suatu fungsi:

D(0{,}2)=1{,}9750

D(0{,}1)=1{,}9938

Gunakan ekstrapolasi Richardson untuk memperoleh \(D_{\text{refined}}\). 5. Jelaskan mengapa metode dengan orde error lebih tinggi dapat lebih efektif daripada hanya memperkecil nilai \(h\). 6. Berikan satu contoh penerapan diferensiasi numerik dalam bidang teknik elektro, lalu jelaskan metode mana yang menurut Anda paling sesuai digunakan. --- ## 4.8 Rangkuman 1. Beda maju dan beda mundur memiliki error berorde \(O(h)\). 2. Aproksimasi pusat menggunakan nilai fungsi di kiri dan kanan titik \(x\). 3. Rumus aproksimasi pusat adalah \(\frac{f(x+h)-f(x-h)}{2h}\). 4. Aproksimasi pusat memiliki error berorde \(O(h^2)\), sehingga lebih akurat daripada beda maju dan beda mundur. 5. Turunan kedua numerik dihitung dengan rumus \(\frac{f(x+h)-2f(x)+f(x-h)}{h^2}\). 6. Higher order approximation bertujuan meningkatkan akurasi dengan mengurangi suku error dominan. 7. Ekstrapolasi Richardson menggabungkan hasil dengan langkah \(h\) dan \(h/2\) untuk meningkatkan akurasi. 8. Rumus 4 titik central difference memiliki error berorde \(O(h^4)\). 9. Akurasi hasil numerik dipengaruhi oleh nilai \(h\), orde metode, dan potensi error pembulatan. 10. Dalam perhitungan teknik, metode berorde lebih tinggi sering lebih efektif karena mampu menurunkan error secara signifikan tanpa harus membuat \(h\) terlalu kecil.