Modul utama

Materi 03

Bab 3: Deret Taylor dan Aproksimasi Turunan

Modul pembelajaran Metode Numerik tentang deret Taylor, truncation error, pendekatan fungsi, serta dasar penurunan rumus beda maju dan beda mundur.

Laboratorium interaktif

Geser, klik, dan bereksperimen dulu — konsep bab ini jauh lebih mudah dipahami setelah kamu melihatnya bergerak.

simulasi · bab 03

Pembentuk Kurva Taylor

Deret Taylor membangun tiruan fungsi dari suku-suku pangkat sederhana. Naikkan orde polinomial dan saksikan kurva hampiran 'memeluk' kurva asli makin jauh dari pusat — sisa selisihnya adalah truncation error.

-6-4-20246-3-2-10123
fungsi asli sin(x)polinomial Taylor orde 3truncation error di titik x

Fungsi

Nilai sejati f(x)

0,909297

Hampiran Pₙ(x)

0,666667

Truncation error

0,242631

Pusat deret

x₀ = 0

Dekat pusat (titik hitam) hampiran sangat akurat. Makin jauh dari pusat, butuh orde makin tinggi. Geser x ke tepi grafik lalu naikkan N — perhatikan errornya runtuh.

3.1 Deskripsi Bab

Bab ini membahas deret Taylor sebagai salah satu dasar penting dalam metode numerik. Deret Taylor digunakan untuk mendekati fungsi matematika yang kompleks dengan bentuk penjumlahan suku-suku sederhana.

Dalam komputasi numerik, komputer tidak selalu menghitung fungsi seperti (\sin(x)), (\cos(x)), atau (e^x) secara langsung. Fungsi tersebut dapat didekati menggunakan deret Taylor. Namun, karena komputer tidak mungkin menghitung deret tak hingga, proses perhitungan harus dihentikan pada jumlah suku tertentu. Penghentian inilah yang menyebabkan truncation error.

Pada bab ini, Anda akan mempelajari pengertian deret Taylor, bentuk matematisnya, hubungan antara jumlah suku dan akurasi, serta bagaimana rumus turunan numerik sederhana seperti beda maju dan beda mundur dapat diturunkan dari deret Taylor.


3.2 Capaian Pembelajaran

Setelah mempelajari bab ini, mahasiswa diharapkan mampu:

  1. Menjelaskan peran deret Taylor dalam metode numerik.
  2. Menuliskan bentuk umum deret Taylor.
  3. Menjelaskan hubungan antara pemotongan deret Taylor dan truncation error.
  4. Menggunakan deret Taylor untuk mendekati nilai fungsi sederhana.
  5. Menjelaskan pengaruh jumlah suku terhadap akurasi pendekatan.
  6. Menurunkan rumus beda maju dari deret Taylor.
  7. Menurunkan rumus beda mundur dari deret Taylor.
  8. Menghitung turunan numerik sederhana menggunakan beda maju dan beda mundur.

3.3 Materi Inti

3.3.1 Mengapa Deret Taylor Penting?

Deret Taylor penting karena banyak fungsi matematika dapat didekati melalui penjumlahan suku-suku sederhana. Komputer lebih mudah menghitung operasi dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, dan pangkat daripada memanipulasi fungsi secara simbolik.

Contoh fungsi yang sering didekati menggunakan deret Taylor adalah:

FungsiContoh Penggunaan
(e^x)Pertumbuhan, peluruhan, sistem kontrol
(\sin(x))Gelombang, sinyal, osilasi
(\cos(x))Analisis sinyal dan getaran
(\ln(x))Transformasi data dan model nonlinier

Dalam metode numerik, deret Taylor menjadi dasar untuk memahami berbagai rumus aproksimasi, termasuk turunan numerik, integrasi numerik, dan beberapa metode iteratif.


3.3.2 Gagasan Dasar Deret Taylor

Misalkan kita mengetahui nilai fungsi (f(x)) pada suatu titik (x). Kita ingin memperkirakan nilai fungsi pada titik yang dekat, yaitu (x + h), dengan (h) sebagai langkah kecil.

Deret Taylor menyatakan bahwa nilai fungsi di sekitar titik tersebut dapat diperkirakan dari nilai fungsi saat ini dan turunan-turunannya.

Secara umum:

f(x+h)=f(x)+hf(x)+h22!f(x)+h33!f(x)+f(x+h) = f(x) + h f'(x) + \frac{h^2}{2!} f''(x) + \frac{h^3}{3!} f'''(x) + \cdots

Setiap suku memiliki peran:

SukuMakna
(f(x))Nilai awal fungsi pada titik (x)
(h f'(x))Koreksi berdasarkan kemiringan fungsi
(\frac{h^2}{2!}f''(x))Koreksi berdasarkan kelengkungan fungsi
(\frac{h^3}{3!}f'''(x))Koreksi lanjutan untuk meningkatkan akurasi

Semakin banyak suku yang digunakan, biasanya hasil pendekatan semakin dekat dengan nilai sebenarnya.


3.3.3 Bentuk Umum Deret Taylor

Jika fungsi dikembangkan di sekitar titik (a), bentuk umum deret Taylor adalah:

f(x)=f(a)+(xa)f(a)+(xa)22!f(a)+(xa)33!f(a)+f(x) = f(a) + (x-a)f'(a) + \frac{(x-a)^2}{2!}f''(a) + \frac{(x-a)^3}{3!}f'''(a) + \cdots

Jika titik pengembangannya adalah (a = 0), maka deret Taylor disebut deret Maclaurin.

Bentuk deret Maclaurin:

f(x)=f(0)+xf(0)+x22!f(0)+x33!f(0)+f(x) = f(0) + x f'(0) + \frac{x^2}{2!} f''(0) + \frac{x^3}{3!} f'''(0) + \cdots

Beberapa deret Maclaurin yang sering digunakan adalah:

FungsiDeret Maclaurin
(e^x)(1 + x + \frac{x^2}{2!} + \frac{x^3}{3!} + \cdots)
(\sin(x))(x - \frac{x^3}{3!} + \frac{x^5}{5!} - \cdots)
(\cos(x))(1 - \frac{x^2}{2!} + \frac{x^4}{4!} - \cdots)

3.3.4 Truncation Error pada Deret Taylor

Deret Taylor secara teoretis memiliki jumlah suku tak hingga. Namun, komputer hanya dapat menghitung jumlah suku yang terbatas. Ketika deret dihentikan pada suku tertentu, muncul error yang disebut truncation error.

Sebagai contoh, fungsi (e^x) dapat ditulis sebagai:

ex=1+x+x22!+x33!+e^x = 1 + x + \frac{x^2}{2!} + \frac{x^3}{3!} + \cdots

Jika hanya digunakan dua suku pertama, maka:

ex1+xe^x \approx 1 + x

Suku-suku setelahnya tidak dihitung. Selisih antara nilai sebenarnya dan hasil pendekatan inilah yang disebut truncation error.

Jumlah SukuDampak terhadap Hasil
Sedikit sukuPerhitungan cepat, error lebih besar
Banyak sukuPerhitungan lebih lama, error lebih kecil

Dengan demikian, metode numerik selalu melibatkan kompromi antara akurasi dan efisiensi komputasi.


3.3.5 Contoh Pendekatan (\sin(0{,}1))

Deret Maclaurin untuk fungsi sinus adalah:

sin(x)=xx33!+x55!x77!+\sin(x) = x - \frac{x^3}{3!} + \frac{x^5}{5!} - \frac{x^7}{7!} + \cdots

Untuk (x = 0{,}1), nilai sebenarnya adalah:

sin(0,1)0,0998334166\sin(0{,}1) \approx 0{,}0998334166

Perbandingan hasil pendekatan:

Jumlah SukuBentuk PendekatanHasil PendekatanError Absolut
1 suku(x)0,10000000000,0001665834
2 suku(x - \frac{x^3}{3!})0,09983333330,0000000833
3 suku(x - \frac{x^3}{3!} + \frac{x^5}{5!})0,0998334167sangat kecil

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa penambahan jumlah suku membuat hasil pendekatan semakin akurat.


3.3.6 Dari Deret Taylor ke Turunan Numerik

Deret Taylor juga dapat digunakan untuk menurunkan rumus turunan numerik. Mulai dari bentuk:

f(x+h)=f(x)+hf(x)+h22!f(x)+f(x+h) = f(x) + h f'(x) + \frac{h^2}{2!} f''(x) + \cdots

Jika hanya digunakan dua suku pertama, maka:

f(x+h)f(x)+hf(x)f(x+h) \approx f(x) + h f'(x)

Susun ulang untuk mencari (f'(x)):

hf(x)f(x+h)f(x)h f'(x) \approx f(x+h) - f(x) f(x)f(x+h)f(x)hf'(x) \approx \frac{f(x+h) - f(x)}{h}

Rumus ini disebut beda maju atau forward difference.


3.3.7 Beda Maju

Beda maju memperkirakan turunan dengan menggunakan nilai fungsi di titik sekarang dan satu titik di depan.

Rumus beda maju:

f(x)f(x+h)f(x)hf'(x) \approx \frac{f(x+h) - f(x)}{h}

Keterangan:

SimbolMakna
(x)Titik yang akan dicari turunannya
(h)Ukuran langkah
(f(x))Nilai fungsi pada titik sekarang
(f(x+h))Nilai fungsi pada titik di depan

Beda maju cocok digunakan ketika data setelah titik (x) tersedia, misalnya pada awal tabel data.


3.3.8 Beda Mundur

Beda mundur memperkirakan turunan dengan menggunakan nilai fungsi di titik sekarang dan satu titik di belakang.

Rumus beda mundur:

f(x)f(x)f(xh)hf'(x) \approx \frac{f(x) - f(x-h)}{h}

Beda mundur cocok digunakan ketika data sebelum titik (x) tersedia, misalnya pada akhir tabel data.

MetodeRumusCocok Digunakan Ketika
Beda maju(\frac{f(x+h)-f(x)}{h})Data di depan titik (x) tersedia
Beda mundur(\frac{f(x)-f(x-h)}{h})Data di belakang titik (x) tersedia

3.3.9 Makna Error Orde (O(h))

Rumus beda maju dan beda mundur memiliki error berorde (O(h)). Artinya, besar error berbanding lurus dengan ukuran langkah (h).

Jika (h) diperkecil, error biasanya ikut mengecil. Misalnya, jika (h) diperkecil menjadi setengah, maka error pada metode berorde (O(h)) juga kira-kira berkurang menjadi setengah.

Orde ErrorMakna Sederhana
(O(h))Error mengecil sebanding dengan (h)
(O(h^2))Error mengecil lebih cepat, sebanding dengan (h^2)
(O(h^4))Error mengecil jauh lebih cepat, sebanding dengan (h^4)

Pada bab berikutnya, Anda akan mempelajari metode yang lebih akurat, yaitu aproksimasi pusat dan higher order approximation.


3.4 Fitur Interaktif

Bagian ini dapat digunakan sebagai rancangan komponen interaktif pada halaman web.

3.4.1 Simulator Deret Taylor

Input yang disediakan:

  • Pilih fungsi: (e^x), (\sin(x)), atau (\cos(x))
  • Masukkan nilai (x)
  • Pilih jumlah suku
  • Tekan tombol hitung

Output yang ditampilkan:

  • Nilai pendekatan
  • Nilai sebenarnya
  • Error absolut
  • Error relatif

Contoh tampilan:

FungsiNilai (x)Jumlah SukuHasil PendekatanError
(\sin(x))0,110,10000000000,0001665834
(\sin(x))0,120,09983333330,0000000833
(\sin(x))0,130,0998334167sangat kecil

3.4.2 Slider Jumlah Suku

Mahasiswa menggeser jumlah suku deret Taylor. Sistem menampilkan perubahan kurva pendekatan.

Hal yang ditampilkan:

  1. Kurva fungsi asli.
  2. Kurva hasil pendekatan Taylor.
  3. Nilai error pada titik tertentu.
  4. Perubahan akurasi ketika jumlah suku bertambah.

Tujuan fitur ini adalah membuat mahasiswa melihat bahwa deret Taylor semakin mendekati fungsi asli ketika jumlah suku ditambah.


3.4.3 Graph Panel

Graph panel menampilkan dua kurva dalam satu bidang koordinat:

KurvaMakna
Fungsi asliNilai fungsi sebenarnya
Pendekatan TaylorNilai hasil aproksimasi berdasarkan jumlah suku

Contoh fungsi yang dapat ditampilkan:

exe^x sin(x)\sin(x) cos(x)\cos(x)

3.4.4 Mini Simulator Beda Maju dan Beda Mundur

Input yang disediakan:

  • Fungsi (f(x))
  • Titik (x)
  • Nilai (h)
  • Pilihan metode: beda maju atau beda mundur

Output yang ditampilkan:

  • Nilai turunan numerik
  • Nilai turunan eksak
  • Error absolut
  • Interpretasi hasil

Contoh:

FungsiTitik(h)MetodeHasil
(\sin(x))00,1Beda maju0,998334

3.5 Contoh Soal

Contoh 3.1 Pendekatan (e^{0{,}2}) dengan Deret Taylor

Gunakan deret Maclaurin untuk mendekati (e^{0{,}2}) dengan empat suku pertama.

Deret Maclaurin untuk (e^x) adalah:

ex=1+x+x22!+x33!+e^x = 1 + x + \frac{x^2}{2!} + \frac{x^3}{3!} + \cdots

Penyelesaian

Untuk (x = 0{,}2):

Suku pertama:

11

Suku kedua:

x=0,2x = 0{,}2

Suku ketiga:

x22!=0,222=0,02\frac{x^2}{2!} = \frac{0{,}2^2}{2} = 0{,}02

Suku keempat:

x33!=0,236=0,001333\frac{x^3}{3!} = \frac{0{,}2^3}{6} = 0{,}001333

Maka:

e0,21+0,2+0,02+0,001333e^{0{,}2} \approx 1 + 0{,}2 + 0{,}02 + 0{,}001333 e0,21,221333e^{0{,}2} \approx 1{,}221333

Nilai sebenarnya:

e0,21,221403e^{0{,}2} \approx 1{,}221403

Error absolut:

Ea=1,2214031,221333E_a = |1{,}221403 - 1{,}221333| Ea0,000070E_a \approx 0{,}000070

Jadi, pendekatan empat suku sudah cukup dekat dengan nilai sebenarnya.


Contoh 3.2 Beda Maju untuk (f(x) = \sin(x))

Hitung pendekatan (f'(0)) untuk (f(x) = \sin(x)) menggunakan beda maju dengan (h = 0{,}1).

Penyelesaian

Rumus beda maju:

f(x)f(x+h)f(x)hf'(x) \approx \frac{f(x+h) - f(x)}{h}

Dengan (x = 0) dan (h = 0{,}1):

f(0)sin(0+0,1)sin(0)0,1f'(0) \approx \frac{\sin(0+0{,}1) - \sin(0)}{0{,}1} f(0)0,099833400,1f'(0) \approx \frac{0{,}0998334 - 0}{0{,}1} f(0)0,998334f'(0) \approx 0{,}998334

Nilai eksak:

f(x)=cos(x)f'(x) = \cos(x) f(0)=cos(0)=1f'(0) = \cos(0) = 1

Error absolut:

Ea=10,998334=0,001666E_a = |1 - 0{,}998334| = 0{,}001666

Jadi, hasil beda maju cukup dekat dengan nilai eksak, tetapi tetap memiliki error.


Contoh 3.3 Beda Mundur dari Data Tabel

Diberikan data kecepatan (v(t)) berikut:

(t)(v(t))
0,00,000
0,10,995
0,21,987
0,32,955

Estimasi percepatan pada (t = 0{,}3) menggunakan beda mundur dengan (h = 0{,}1).

Penyelesaian

Rumus beda mundur:

f(x)f(x)f(xh)hf'(x) \approx \frac{f(x) - f(x-h)}{h}

Maka:

a(0,3)v(0,3)v(0,2)0,1a(0{,}3) \approx \frac{v(0{,}3) - v(0{,}2)}{0{,}1} a(0,3)2,9551,9870,1a(0{,}3) \approx \frac{2{,}955 - 1{,}987}{0{,}1} a(0,3)9,68a(0{,}3) \approx 9{,}68

Jadi, percepatan pada (t = 0{,}3) diperkirakan sebesar:

9{,}68 \text{ m/s}^2 $$` Beda mundur digunakan karena \(t = 0{,}3\) berada di titik terakhir data, sehingga tidak tersedia data setelahnya. --- ## 3.6 Kuis Pilihlah satu jawaban yang paling tepat. 1. Peran utama deret Taylor dalam metode numerik adalah... a. Menyimpan data dalam bentuk biner b. Mendekati fungsi kompleks menggunakan penjumlahan suku sederhana c. Menghilangkan semua error numerik d. Mengubah bilangan desimal menjadi bilangan bulat 2. Deret Maclaurin adalah deret Taylor yang dikembangkan di sekitar titik... a. \(a = -1\) b. \(a = 0\) c. \(a = 1\) d. \(a = h\) 3. Truncation error terjadi karena... a. Deret tak hingga dihentikan pada jumlah suku tertentu b. Komputer salah melakukan penjumlahan c. Fungsi tidak memiliki grafik d. Nilai \(h\) selalu nol 4. Jika jumlah suku deret Taylor ditambah, maka biasanya... a. Error semakin besar b. Hasil pendekatan semakin menjauh dari nilai sebenarnya c. Hasil pendekatan semakin dekat dengan nilai sebenarnya d. Fungsi tidak dapat dihitung 5. Rumus beda maju untuk turunan pertama adalah... a. \(\frac{f(x+h)-f(x)}{h}\) b. \(\frac{f(x)-f(x-h)}{h}\) c. \(\frac{f(x+h)-f(x-h)}{2h}\) d. \(\frac{f(x+h)+f(x)}{h}\) 6. Rumus beda mundur untuk turunan pertama adalah... a. \(\frac{f(x+h)-f(x)}{h}\) b. \(\frac{f(x)-f(x-h)}{h}\) c. \(\frac{f(x+h)-f(x-h)}{2h}\) d. \(\frac{f(x+h)+f(x-h)}{h}\) 7. Jika error suatu metode berorde \(O(h)\), maka saat \(h\) diperkecil menjadi setengah, error biasanya... a. Tetap sama b. Berkurang kira-kira menjadi setengah c. Berkurang kira-kira menjadi seperempat d. Menjadi nol 8. Beda mundur lebih cocok digunakan ketika... a. Titik yang dihitung berada di awal data b. Titik yang dihitung berada di akhir data c. Tidak ada data sebelum titik tersebut d. Nilai fungsi selalu nol --- ## 3.7 Latihan Kerjakan latihan berikut secara sistematis. 1. Tuliskan empat suku pertama deret Maclaurin untuk fungsi:

\cos(x)

2. Gunakan deret Maclaurin untuk mendekati \(\cos(0{,}3)\) dengan tiga suku pertama. Bandingkan dengan nilai sebenarnya \(\cos(0{,}3) \approx 0{,}9553365\). 3. Hitung pendekatan \(e^{0{,}5}\) menggunakan tiga suku pertama dari deret:

e^x = 1 + x + \frac{x^2}{2!} + \frac{x^3}{3!} + \cdots

4.Diberikanfungsi: 4. Diberikan fungsi:

f(x) = x^2

Hitung \(f'(2)\) menggunakan beda maju dengan: a. \(h = 0{,}1\) b. \(h = 0{,}01\) Bandingkan hasilnya dengan nilai eksak \(f'(2) = 4\). 5. Diberikan data berikut: | \(t\) | \(y(t)\) | | ----: | -------: | | 1,0 | 2,718 | | 1,1 | 3,004 | | 1,2 | 3,320 | | 1,3 | 3,669 | Estimasikan turunan \(y'(1{,}1)\) menggunakan beda maju dan beda mundur. 6. Jelaskan mengapa rumus beda maju dan beda mundur dapat dikatakan berasal dari pemotongan deret Taylor. --- ## 3.8 Rangkuman 1. Deret Taylor digunakan untuk mendekati fungsi dengan penjumlahan suku-suku yang melibatkan nilai fungsi dan turunannya. 2. Deret Maclaurin adalah deret Taylor yang dikembangkan di sekitar titik nol. 3. Fungsi seperti \(e^x\), \(\sin(x)\), dan \(\cos(x)\) dapat didekati menggunakan deret Taylor. 4. Truncation error muncul ketika deret tak hingga dipotong pada jumlah suku tertentu. 5. Semakin banyak suku Taylor yang digunakan, hasil pendekatan biasanya semakin akurat. 6. Rumus beda maju diperoleh dari pemotongan deret Taylor pada dua suku pertama. 7. Rumus beda mundur menggunakan nilai fungsi di titik sekarang dan titik sebelumnya. 8. Beda maju dan beda mundur memiliki error berorde \(O(h)\). 9. Semakin kecil nilai \(h\), hasil turunan numerik biasanya semakin akurat, tetapi pemilihan \(h\) tetap perlu hati-hati karena error pembulatan dapat muncul.